Saat ini kita sudah masuk di era kecerdasan buatan dengan perkembang yang begitu pesat, pengalaman pengguna dalam menggunakan AI menjadi salah satu fokus utama, karena dapat membuat pengalaman dalam menggunakan AI menjadi lebih personal dan menyenangkan.
Para pengembang AI akan berusaha memberikan inovasi menarik agar pengalaman pengguna terus lebih baik, salah satunya adalah ChatGPT dengan fitur Personalisasi, yang memungkinkan pengguna mengatur gaya dan nada respons sesuai preferensi mereka.
Pada Personalisasi ini pengguna dapat mengatur mulai dari gaya profesional yang formal hingga gaya santai yang lebih akrab. Fitur ini dapat memberikan kebebasan bagi pengguna untuk menyesuaikan cara AI berkomunikasi tanpa mengubah hasil dari jawaban yang diberikan AI. Lalu, bagaimana cara setting fitur ini di ChatGPT? Berikut adalah caranya
Cara Seting Fitur Personalisasi di ChatGPT
– Buka aplikasi ChatGPT, kemudian Ketuk pada > pojok kiri atas
– Kemudian ketuk > Profil di pojok kanan atas
– Bagian paling atas ketuk > Personalisasi

Pertama, pada bagian Personalisasi terdapat “Gaya dan nada dasar“. Kamu dapat menentukan suara dan nada utama yang digunakan ChatGPT dalam percakapan. Terdapat beberapa pilihan, diantaranya ada: Default, Profesional, Ramah, Jujur, Nyentrik, Efisien, dan Sinis.

Kedua, selain Gaya dan nada dasar kamu juga dapat menentukan Karasterisktik ChatGPT. Terdapat empat karakteristik yang bisa kamu atur, yaitu Hangat (Lebih ramah dan lebih menarik, atau Lebih profesional dan faktual), Antusias (Lebih berenergi, atau Lebih netral), Judul & daftar (Gunakan format dan daftar yang jelas, atau Lebih banyak paragraf dari pada daftar), dan Emoji (Gunakan lebih banyak emoji atau jangan terlalu banyak gunakan emoji).

Ketiga, kamu dapat memberikan instruksi khusus kepada ChatGPT bagaimana dalam merespon.

Baca Juga: YouTube Punya Fitur Rahasia untuk Menghentikan Scroll Shorts Tanpa Henti
Dengan adanya Personalisasi ini membuat ChatGPT tidak hanya menjadi sekadar alat AI biasa, tetapi juga partner komunikasi yang lebih fleksibel dan personal. Pengguna kini dapat menyesuaikan cara AI merespons sesuai kebutuhan, baik untuk keperluan profesional, edukasi, maupun sekadar percakapan santai. Sangat memungkinkan jika kedepannya fitur seperti ini berpotensi membuat interaksi antara manusia dan AI semakin natural dan relevan dalam berbagai situasi.








